Big Dream Sentinc

Membahas Permainan Poker




Pernyataan Epidemiolog Tentang Kesiapan Rezim dan ‘New Normal’ Corona

Ajian skenario bandar togel online new normal sudah dibicarakan oleh pemerintah di tengah pandemi virus Corona untuk melonggarkan penerapan Pembatasan Sektor Berskala Besar (PSBB). 

Adanya Kemungkinan New Normal

New normal sendiri dapat diartikan sebagai sebuah penyesuaian pola hidup normal ditambah dengan penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Corona.  bisa dikatakan juga bahwa new normal ini diartikan sebagai tatanan hidup baru dan dianggap normal. 

Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, pasalnya mengingatkan bahwa new normal ini dapat dilaksanakan jika Pemerintah tetap konsisten untuk melakukan intervensi pandem lewat testing tracing dan juga isolasi secara masif dan juga agresif. “Jjika intervensi mengendur dan pelaksanaan pola baru ini tidak didukung dengan keberadaan aturan, kegiatan dan juga sarana yang diperlukan, maka potensi terjadinya cluster terbaru dan penambahan kasus kesakitan yang dapat berujung kematian sangat amat mungkin terjadi,” ungkap Dicky dilansir dari CNN Indonesia pada hari Rabu (20/5). 

Dicky pasalnya juga menyinggung tentang pentingnya keberadaan dan juga kejelasan Strategi Nasional dan Daerah yang komprehensif dalam hal Penanganan pada mikroskop mana yang menjadi hal yang sangat penting. “ sehingga posisi dan juga peran dan Pola Baru dalam bekerja, sekolah, pelayanan dan juga yang lainnya bakal terlihat jelas dan juga sekaligus bisa terus dimonitor dan juga dievaluasi perkembangannya,” kata Dicky lagi.

Epidemiolog Sarankan Pemerintah Lakukan Screening Zona

Sementara itu untuk pola kerja yang baru, dirinya juga menyarankan supaya ada pemberlakuan batasan Usia 45 tahun kebawah.Pemerintah pun disarankan untuk memberlakukan screening zona dan juga lokasi tempat tinggal. Screening zona dan lokasi tempat tinggal yang dimaksudkan adalah identifikasi tempat tinggal karyawan-karyawannya. Karyawan dengan zona merah mesti dipisahkan dan juga disarankan untuk bekerja di lokasi kantor terdekat. 

“Screening riwayat dan juga kondisi kesehatan karyawan dengan obesitas, diabetes, penyakit/ Kelainan pada ginjal, jantung, paru dan pembuluh darah, kanker, daya tahan tubuh lemah, dan juga kehamilan serta penyakit lainnya yang bakal ditentukan oleh dokter tak disarankan untuk masuk atau bekerja.” 

Setelah mereka lolos skrining, maka pemerintah juga harus memperlakukan pemeriksaan fisik dan juga anamnesa riwayat gejala sekarang ini dan riwayat kontak nya. Dicky juga menyarankan supaya pemerintah memberlakukan tes PCR Covid-19 Sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh WHO. jika ada keterbatasan biaya atau reagen, bisa dilakukan pooling test yang jumlah sampelnya di bawah 30 orang.

Lebih lanjut lagi dirinya menyeramkan pada pemerintah untuk memberikan identitas pada karyawan yang telah lolos tahap screening. Misalnya saja dengan Kartu Hijau seperti yang diterapkan di Cina Apabila mereka sudah lolos. Dicky juga mengatakan bahwa pemerintah secara berkala dan juga berkelanjutan mesti melakukan skrining ataupun monitoring. 

“Harian suhu harus di bawah 38 derajat Celcius, gejala kesehatan harian, update riwayat kontak.  tiap bulan harus dilakukan  PCR  atau rapid test lain yang sesuai dengan rekomendasi dari WHO, dan dilakukan secara sampling,” katanya lagi. 

Dicky juga menyarankan pemerintah mesti menggalakkan protokol kesehatan dalam pola hidup baru ini guna menekan penyebaran virus korona dan terjadi gelombang kedua. protokol kesehatan termasuk kewajiban untuk menggunakan masker, pengecekan suhu, pengaturan jarak bagi orang-orang yang naik lift, eskalator, dan juga Di ruang rapat serta ruang kerja. tidak hanya itu, semua pihak juga harus memastikan bahwa mereka menyiapkan hand sanitizer di beberapa titik dan ruang kerja